Image of Cinta Putih di Bumi Papua

Buku

Cinta Putih di Bumi Papua



“Saya tidak ganggu Nueva. Kau jangan asal tuduh! Kau tidak mau dengar saya punya bicara e! Kau langsung serang saya.”

Atas tuduhan mengganggu Nueva, kembang kampung Patipi yang juga tunangannya, Atar terancam hukuman sumpah siput. Sumpah adat itu dipercayai bakal memunculkan siput-siput yang menggeroti jantung dan otak Atar hingga dia mati membusuk. Juga yang akan membuat nama Atar membusuk di dalam ingatan masyarakat Patipi.

Atar memutuskan pergi. Kemelut yang begitu tiba-tiba membuatnya tak sempat berpikir. Mungkin saja tuduhan itu ada sangkut-pautnya dengan status dirinya sebagai calon Kapitan, pimpinan adat tertinggi Patipi.

Terdampar di Jayapura, Atar memeluk mimpi baru di kampus Cenderawasih. Ia menantang duka, tapi juga mendapat ujian cinta Aitana, mahasiswi berdarah Portugis-Papua.

Setamat kuliah, Atar kembali didera gundah, akankah dia menyodorkan diri pada sidang hukum adat, atau memenuhi tawaran melanjutkan studi ke Leiden?

Akankah dia pulang menghadapi sumpah siput, atau berlari mengejar masa depan kariernya?


Ketersediaan

HHS00264813 HAN c C.1Rak 800 Kesusastraan (Perpustakaan HHS)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
813 HAN c
Penerbit Penerbit Noura Books : Indonesia.,
Deskripsi Fisik
xxvi + 359p; 21cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-1306-27-7
Klasifikasi
813
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Edisi Pertama
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Mohon maaf sementara ini tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this